Thursday, 2 July 2015

[KOSONG]

...dan hidup masih terus berjalan,
bersamamu asa yang kupunya. Hidup tak mungkin berhenti di sini saja.
Tersadar bahwa dia mesti diperjuangkan...
Dia tak mungkin menjadikan dirinya hanyut oleh hidup..

...tutup matamu sejenak saja,
begitu pinta hatinya. Yaa.. pada akhirnya dia tetap melakukannya juga.
Dan dia melihat dirinya sendiri tercermin dengan jelas.
Sedikit kabut tetap tak dapat menyembunyikan wajahnya...

...pada akhinya dia merasa begitu kosong.
Hidup, dengan apa engkau akan kujalani?

Friday, 31 October 2014

Catatan Lama



“Sometimes it’s hard being your friend”
Menjadi seorang sahabat terkadang cukup sulit bagiku apa lagi jika itu adalah kamu. Aku selalu berpikir kalau kita bersahabat, benar begitu kan? Ah aku ingin sekali kau mengatakan “Ya” seketika itu juga tapi, kau tak pernah mengatakan apa-apa padaku. Tidak sejak beberapa tahun yang lalu. Kau tau? Aku hampir gila memikirkanmu, kau sahabatku, mungkin karena aku tak yakin perasaanku padamu ini cuma sekedar perasaan seorang sahabat. Menjadi sahabatmu saja begitu sulit, mungkinkah bisa lebih dari kata itu sendiri?

14 / 04 /2014 20:52

Tuesday, 1 April 2014

Aku dan Kamu -KITA-

Aku berjalan mendekat, diam.
Kau hanya diam di sana.
Lima langkah, aku berhenti.
Diam kini, aku dan kamu, kita sama-sama diam.
Samakah?
Tidak!!
Aku ingin ini sama tapi tetap saja berbeda
Aku diam dan menatap ke arahmu,
dan kamu ?
Apa yang kulihat, kamu diam menekuri tanah
menjejak-jejakkan kakimu.
Pikirku, "apa kau sedang marah? pada siapa? atau apa?"

Ah aku dan kamu
Kita
Kenapa begitu berbeda?
Lima menit aku bergerak tapi tak berpindah,
tubuhku masih di sini
hanya kubiarkan tubuhku terjatuh perlahan...sesaat
duduk.
Aku terpekur,
Begini ini sudah samakah kita?
Ah belum juga

Aku dan lagi-lagi kamu
Kita
Aku menunduk, dua tiga detik menangkat wajah
melihat ke arahmu
dan dua tiga detik yang sama kau masih memandangi tanah...
'Mungkin terasa sakit tapi mungkin juga akan terasa menyenangkan menjadi tanah yang kau pijak itu,
kau memandanginya terus'

Aku dan Kamu -KITA- beginilah adanya


MaRa
bersama coretan kertas lusuh

Wednesday, 26 February 2014

Yang Terlupa dan Yang (di)Lupakan



aku tersenyum menatap rimbun filicium itu, teduh...
tapi aku melihat ada yang lain
entah kenapa aku merasa ada bagian yang hilang di sana
ya... dahan-dahan yang terpangkas
tidak!
mereka bukannya terpangkas melainkan dipangkas.

apa bedanya?
toh dahan-dahan itu sama juga...
entah karena tiupan angin atau sengaja dipangkas nyatanya dahan-dahan itu tetap hilang dari tempatnya yang semula

mereka punya nasib yang sama seperti beberapa ingatan yang aku punya
beberapa menghilang dengan sendirinya sedangkan yang lain sengaja aku lupakan

pada akhirnya mereka sama-sama tetap tiada

seperti halnya daun kering yang sesaat jatuh lalu terbang, menghilang entah kemana


-MaRa-
di sudut Filicium yang sama

Tuesday, 17 December 2013

Morning world,
The rain fell down for a whole morning...
It was bringing back my last memories...my childhood memories
I remember about us,
you and me, about  him and the rain.
We ever became a friend once
It was few years ago... really I miss that time
Wasn't you?

Good morning world,
Today when I opened my eyes looked out my window I found something
The skies is grey...
I thought the rain will fell down soon
Ah.. the rain again
bring my childhood memories again, once again

Morning world,
I just want to say to him... I miss you so bad, my best friend



Friday, 22 November 2013

  Childhood 2048x2048 iPad wallpapers and Backgrounds
Do you remember the last time you hold your balloons?
You ran and laughed without any doubt
So why don't you do it again now?
May be you can laugh just like before...

Tuesday, 11 June 2013

Aku Bermimpi Melihat Surga





Sungguh, malam ketiga di Pangkalan Punai aku bermimpi melihat surga
Ternyata surga tidak megah, hanya sebuah istana kecil di tengah hutan
Tidak ada bidadari seperti disebut di kitab-kitab suci

Aku meniti jembatan kecil
Seorang wanita berwajah jernih menyambutku
“Inilah surga” katanya.
Ia tersenyum, kerling matanya mengajakku menengadah
Seketika aku terkesiap oleh pantulan matahari senja
Menyirami kubah-kubah istana
mengapa matahari berwarna perak, jingga, dan biru?
Sebuah keindahan yang asing

Di istana surga
Dahan-dahan pohon ara menjalar kedalam kamar-kamar sunyi yang bertingkat-tingkat
Gelas-gelas Kristal berdenting dialiri air zamzam
Menebarkan rasa kesejukan

Bunga petunia ditanam dalam pot-pot kayu
Pot-pot itu digantungkan pada kosen-kosen jendela tua berwarna biru
Di beranda, lampu-lampu kecil disembunyikan di balik tilam, indah sekali
Sinarnya memancarkan kedamaian
Tembus membelah perdu-perdu di halaman

Surga begitu sepi
Tapi aku ingin tetap di sini
Karena kuingat janjiMu Tuhan
Kalau aku datang dengan berjalan
Engkau akan menjemputku dengan berlari-lari


Andrea Hirata
Laskar Pelangi, 181/182.